Juli 06, 2009

Aliran pendidikan

Aliran-Aliran pendidikan
Ada empat aliran pendidikan yang sangat terkenal, jelaskan perbedaan –perbedaan asumsi yang melatar belakangi keempat aliran tersebut
a)Nativisme dipelipori oleh Schopen hauer berpendapat bahwa bayi terlahir sudah dengan pembawaan sifat baik dan buruk .
Nativisme pandangan bahwa keterampilan–keterampilan atau kemampuan tertentu bersifat alamiah, sudah tertanam dalam otak sejak lahir, Nativisme menganggap bahwa akal budi memiliki unsur-unsur pengetahuan yang tidak berasal dari sensasi, bahan bahan didalam pengetahuan manusia, alam setiap individu tidak terganntung kepada pengalamannya teori ini menekankan pada ide bawaan( Innate ideas) atau Heriditas . Paham Nativisme menyatakan pengaruh dari luar atau eksternal yang disengaja tidak dapat mempengaruhi perkembangan manusia.

b) Empirisme melalui john locke ( 1704-1832) menyatakan bahwa pembentukan keribadian manusia sangat ditentukan oleh rangsangan dari lingkungan luar. Empirisme atau Tabularasa berlawanan dengan Nativisme, Empierisme menyatakan bahwa otak hanya sedikit memiliki kemampuan bawaan dan hampir segala sesuatu dipelajari melalui interaksi dengan lingkungan diantara tokohnya adalah Emanuel Kant. Filsafat Empirisme inggris berpendapat bahwa manusia dapat mengetahui apa manusia alami diantara tokohnya adalah Charles SandrePierce , William James, John dewey, dan Heraklitos.
Aliran Empirisme dirintis oleh Francis bacon ( 1561) dan Thomas Hobbes ( 1588- 1679). Empirisme menekankan pada pengalaman indrawi, menurut John lock pengetahuan dibentuk oleh gagasan yang berasal dari sensation yaitu pengindraan dari luar, disamping itu ada juga pengetahuan yang dibentuk oleh gagasan yang berasal reflection yaitu pengalaman dari dari jiwa karena pengolahan oleh sensation. Bahwa jiwa itu kosong bagikan kertas putih yang belum terisi atau tabularasa, tak ada satupun yang dibawa sejak lahir, melainkan pengalaman yang membentuk jiwa . Aliran empirisme ini sangat berpengaruh terhadap paham aliran Filsafat Pragmatisme yang berkembang luas dalam dunia pemikiran kependidikan Amerika serikat.

c)Naturalisme oleh J,J. Reosseau ( 1712 -1778 ) yang menyatakan bahwa semua anak yang baru dilahirkan mempunyai pembawaan banyak. Segala sesuatu barasal dari alam dan tiada sesuatupun yang ada itu terdapat dibaliknya, Naturalisme modern cenderung untuk menjadi pluralisme dimana terdiri dari banyak tipe benda benda alamiah (Barnadib ,1988) dan manusia alamiah dikatakan oleh Reusseau manusia dilahirkan dari kandungan alam adalah manusia baik tetapi manusia seperti dihasilkan oleh hidup bermasyarakat adalah jahat. Untuk mengatasi manusia dari alienasi, manusia harus kembali kepada keadaan lamiah. Aliran Naturalisme mengetengahkan tiga prinsip tentang belajar mengajar yaitu : a) Anak didik belajar melalui pengalaman sendiri, proses ini bersifat Alami , b) Pendidik berada diluar proses belajar anak secara langsung , pendidik hanya menyediakan lingkungan belajar yang favorable, pendidik berperan sebagai pasilitator atau nara sumber, tanggung jawab belajar terletak pada diri siswa sendiri. c ) Program pendidikan harus sesuai dengan minat dan bakat anak didik, dengan menyediakan lingkungan belajar yang berorientasi pada pola belajar anak didik. Maka paham Naturalisme menitik beratkan pada strategi belajar yang bersifat Paedosentris/ Child Centre maksudnya factor kemampuan individual anak didik yang menjadi pusat kegiatan proses belajar mengajar.

d) Konvergensi dipelopori oleh William Stern( 1871-1938) menyebutkan bahwa keberhasilan pendidikan sangat tergantung dari pembawaan dan lingkungan. Dari masing masing solusi memiliki keunggulan dan kekurangan dan juga bukan berarti tanpa solusi alternative hal ini dikemukakan oleh William Stern bahwa keduanya baik yang bersifat heriditas maupunlingkungan, keduanya memiliki pengaruh significant dalam pembentukan konsep pendidikan ideal. Tingkat significansi tersebut adalah bahwasanya keduanya merupakan pembentukan yang intern pada prose pendidikan manusia. Jika hanya paktor heriditas yang dominan tanpa didukung oleh lingkungan yang kondusif juga tidak akan berarti apa-apa, demikian sebaliknya. Penciptaan ruang public yang konsdusif bagi proses pendidikan formal maupun informal diperlukan, karena faktor heriditas pada akhirnya ditentukan oleh faktor lingkungan eksternal yang mempengaruhinya. Paham Konvergensi sering juga disebut dengan paham Interaksionisme , Karena paham ini adalah paham yang memadukan atara pengaruh pakrtor dari dalam dan faktor dari luar secara timbal balik saling pengaruh mempengaruhi perkembangan manusia. Pahan Interaksionisme menghendaki adanya kebebasan manusia mengembangkan dirinya dalam lingkungan hidup tanpa banyak diarahkan oleh pendidik, karena proses belajar akan berhasil jika berlangsung secara interaktif antara pendidik dan anak didik, antara anak didik dengan materi pelajaran dan anatara pikirannya dengan kehidupannya. Maka pandangan interaksionisme menitik beratkan pada proses belajar mengajar secara dialogis antara pendidik dan anak didik , antara lingkungan sekirtar dengan factor pembawaan dan sebagai nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan beri komentar bersifat konstruktif