Juni 20, 2009

. Pendidikan Multikulural

Istilah multikultural dalam bahasa Indosenia berasal adari kata Multi yang berarti beragam atau banyak macam dan kultur yang berarti kebudayaan . Proses pembelajaran tidak terlepas dari keragaman budaya yang dimilik peserta didik sebagi bagaian dari anggota masyarakat. Menurut Taylor yang dimaksud budaya adalah suatu keseluruhan yang komplek dari pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum , adat istiadat serta kemampuan-kemampuan dan kebiasaan lainnya yang diperoleh manusia sebagi anggota masyarakat
Pendidikan Multikultural adalah proses penanaman cara hidup menghormati, tulus, dan toleran terhadap keaneka ragaman budaya yang hidup ditengah, tengah masyarakat yang plural. Dengan pendidikan multi kultural diharapkan adnaya kekenyalan dan kelneturan mental bangsa menghadapi benturan konflik sosial, sehingga persatuan bangsa tidak mudah patah dan retak
Keinginan menyelenggarakan pendidikan multi kultural muncul dalam masyarakat yang majemuk yang menyadari kemajemukannya dan menyadari dirinya terdiri dari berbagai golongan yang berbeda secar etnis, sosial ekonomis dan kulturral. Masyarakat ini disebut masyarakat yang pluralistik atau heterogen.. Ketiadaan pendidikan multi kulutral menimbulkan ketegangan dalam kehidupan sosial, karena dalam masyarakat yang majemuk selalu ada prasangka yang mempengaruhi interaksi sosial antara berbagai golongan penduduk. Seperti prasnagka antara golongan pribumi dan non pribumi, prasangka antara golongan Islam dan Non Islam begitu juga sebaliknya. Berbagai prasangka bisa berubah menjadi saling mencurigai, saling memebenci yang akhirya menimbulkan komplik yang berkepanjangan dan memeungkinkan timbulnya tragedi kemanusiaan. Rasa saling mencurigai dan saling membenci dapat berubah menjadi saling memahami dan saling menghormati, hal ini ditentukan oleh cara berbagai penduduk yang majemuk mengelola prasngka prasngka sosial yang ada dalam diri masing-masing.
Pendidikan Multi kultural merupakan upaya kolektif suatu masyarakat majemuk untuk mengelola berbagai prasangka sosial yang ada dengan cara yang baik . Tujuannya adalah menciptakan hubungan yang serasi dan kreatif antara berbagai golongan penduduk dalam masyarakat. Melalui pendidikan multi kultural , siswa yang datang dari berbagai golongan penduduk dibimbing untuk saling mengenal cara hidup mereka, adat istiadat, kebiasa, memahami aspirasi mereka serta untuk mengakui dan menghormati bahwa tiap golongan memilki hak untuk menyatakan diri menurut cara masing masing. Melalui pendidikan berbasis multi kultural, sikap dan pemikiran ( Mindset) siswa kan lebih terbuka untuk memahami dan menghargai keberagaman. Dan diharapkan menjadi salah satu metode efektif untuk meredam konflik, selain itu multi kultural bisa mengubah pemikiran peserta didik untuk benar-benar tulus menghargai keberagaman etnis, agama, ras, dan antar golongan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan beri komentar bersifat konstruktif